PERNIKAHAN adalah impian dari setiap pasangan yang sudah menjalin hubungan cukup lama. Banyak pasangan yang hidup lebih bahagia setelah menikah. Tak hanya itu, penelitian terbaru mengaitkan pernikahan dengan kesehatan yang lebih baik.

Peneliti dari University of Keele di Inggris menyatakan bila pernikahan membuat seseorang memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terkena penyakit kardiovaskular atau meninggal karena serangan jantung dan stroke. Hal ini diungkapkan setelah peneliti menganalisis data dari 34 penelitian sebelumnya yang melibatkan lebih dari dua juta orang. Menurut peneliti, ada banyak alasan pernikahan membawa dampak positif bagi kesehatan. Mulai dari stabilitaskeuangan hingga dukungan sosial.

"Pasien yang sudah menikah lebih mungkin untuk meminum obat-obatan dan menjalani perawatan setelah terkena serangan jantung atau stroke karena diingatkan oleh pasangannya. Selain itu, pasangan juga membantu seseorang mengenali gejala awal dari penyakit jantung yang berperan dalam pencegahan,” ungkap penulis penelitian Dr. Mamas Mamas seperti yang dikutip dari Global News, Jumat (22/6/2018).




Berbagai faktor perilaku, proses psikososial, serta faktor pribadi dan budaya dapat memengaruhi perbedaan biologis yang mendasari penyakit kardiovaskular. Walau begitu, bukan berarti pasangan yang sudah menikah benar-benar terbebas dari penyakit tersebut. Sebab penyakit ini juga berkaitan dengan gaya hidup. Kebiasaan merokok, aktivitas fisik yang rendah, serta tekanan darah dan kolesterol tinggi tetap saja bisa membuat seseorang terserang penyakit kardiovaskular. Maka dari itu mereka harus tetap melakukan kebiasaan yang mencegah penyakit.

"Saya sering menyarankan pasangan untuk berolahraga bersama karena cara ini membuat mereka lebih mungkin untuk melakukannya. Pergi ke gym bersama, berlari bersama, bersepeda bersama, atau melakukan aktivitas lain bersama dapat memperkuat hubungan dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular keduanya,” jelas Dr Mamas.

Sementara itu, dari hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heart itu menyatakan orang yang belum menikah 43% lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung dan 55% lebih mungkin meninggal akibat stroke. Sedangkan perceraian membuat seseorang 33% lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung koroner dan meningkatkan lebih dari 2 kali lipat risiko kematian akibat stroke. Sementara perempuan yang bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya 16% lebih mungkin terserang stroke.